top of page
Search
  • Dec 3, 2018
  • 2 min read

Updated: Dec 27, 2018


Lemak di dalam tubuh sering dianggap mengganggu penampilan atau kesehatan. Padahal fungsi lemak bagi tubuh sangat banyak. Keberadaan lemak di dalam tubuh hanya akan mengganggu penampilan dan membahayakan kesehatan jika jumlahnya berlebihan.

Lemak merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, sebagaimana protein dan karbohidrat. Tubuh membutuhkan lemak yang tidak bisa dihasilkan sendiri, misalnya asam lemak omega-3. Keberadaan lemak dalam porsi makanan Anda penting untuk menjaga pola makan seimbang dan sehat.


Berbagai Fungsi Lemak Bagi Tubuh Manusia

Seperti yang telah disebutkan di atas, tubuh membutuhkan lemak dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ada beberapa fungsi lemak yang baik untuk tubuh manusia, antara lain:


*Membantu tubuh menyerap vitamin A, D, dan E

Beberapa jenis vitamin tersebut merupakan jenis vitamin yang larut dalam lemak. Sehingga, untuk dapat diserap oleh tubuh, vitamin ini memerlukan bantuan lemak.


*Sumber energi bagi tubuh

Lemak juga dapat berguna sebagai sumber energi bagi tubuh dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Namun, bukan berarti Anda bisa mengonsumsi lemak secara berlebihan demi meningkatkan energi.

*Membantu menyehatkan kulit dan rambut

Selain berfungsi membantu proses penyerapan sejumlah vitamin dan sumber energi bagi tubuh, lemak juga membantu menjaga kesehatan kulit dan rambut.


*Membuat tubuh tetap hangat

Lemak memiliki fungsi sebagai isolator bagi tubuh. Keberadaan lemak bisa membuat tubuh menjadi hangat, seperti halnya ketika Anda mengenakan pakaian yang tebal.


*Melindungi organ tubuh

Lemak juga berfungsi melindungi organ tubuh dari kerusakan. Selain itu, lemak membantu membangun sel serta memproduksi hormon, sehingga tubuh bisa berfungsi dengan baik.


Ragam Jenis dan Sumber Lemak

Untuk mendapatkan fungsi lemak secara maksimal, ada baiknya Anda memahami berbagai jenis lemak yang terkandung di dalam makanan, antara lain:


*Lemak tak jenuh tunggal

Lemak tak jenuh ini dapat membantu menjaga kesehatan jantung, dengan menurunkan tingkat LDL atau kolesterol jahat dan menjaga tingkat HDL atau kolesterol baik dalam tubuh. Lemak ini bisa ditemukan pada buah alpukat, minyak zaitun, hazelnut, almond, dan kacang-kacangan.


*Lemak tak jenuh ganda

Lemak tak jenuh ganda dapat membantu menurunkan kadar LDL di dalam tubuh. Omega-6 dan omega-3 termasuk ke dalam jenis lemak tak jenuh ganda. Lemak ini banyak terdapat pada ikan salmon, tuna, buah kenari, dan biji lenan.


*Lemak trans

Lemak trans termasuk ke dalam jenis lemak yang tidak sehat karena bisa meningkatkan kadar LDL di dalam tubuh, sehingga bisa menyebabkan penyakit stroke, diabetes tipe 2, dan gangguan jantung jika dikonsumsi secara berlebihan. Lemak jenis ini banyak ditemukan di produk olahan seperti kentang goreng, biskuit, donat, pizza, atau popcorn.


*Lemak jenuh

Lemak jenuh sebenarnya lebih baik dihindari karena dapat meningkatkan kolesterol jahat di dalam tubuh. Lemak jenuh akan tampak berbeda bentuknya dengan lemak tak jenuh karena biasanya berubah menjadi bentuk padat atau membeku di suhu ruangan biasa. Lemak ini bisa didapatkan pada mentega, telur, daging merah, susu, keju, atau kulit ayam.

Meski sering menjadi musuh bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan tubuh, bukan berarti tubuh tidak membutuhkan lemak sama sekali. Fungsi lemak tertentu justru sangat penting dalam menjaga keseimbangan nutrisi dan kesehatan tubuh. Yang terpenting, lemak tersebut harus dikonsumsi secara proporsional dan tidak berlebihan.

Updated: Dec 21, 2018


Lemak berlebihan memang membuat penampilan Judi Bola jadi tidak ideal. Biasanya bagian perut, paha, dan lengan menjadi langganan tumpukan lemak di sekitar tubuh. Sayangnya menghilangkan atau membakar lemak tidak semudah membalikkan telapak tangan. Walaupun Anda sudah minum ramuan, jamu, atau obat yang diklaim bisa membakar lemak, tidak serta merta lemak bisa luntur begitu saja. Lalu bagaimana cara membakar lemak yang efektif tapi terasa hasilnya? Mari simak penjelasan di bawah ini.



Cara membakar lemak dan kalori ditubuh


1. Olahraga

Christopher Wharton, Ph.D., seorang peneliti dari Rudd Centre for Food Policy and Obesity, Yale University, mengatakan bahwa olahraga adalah cara ampuh untuk membakar lemak. Semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk berolahraga dan latihan yang lebih kuat, semakin banyak lemak yang akan terbakar.

Dikutip dari Health, untuk membakar lemak secara maksimal cobalah memulai hari dengan berolahraga. Latihan di pagi hari nyatanya bisa menurunkan persentase lemak tubuh 20 persen lebih banyak, menurut studi dari British Journal of Nutrition.

Anda bisa mencoba berolahraga di pagi hari dengan latihan sederhana seperti squat atau lunges. Luangkan waktu juga sekitar 10 menit tiap pagi untuk mendapatkan hasil yang mantap dan maksimal.


2. Tambah asupan protein

Umumnya, tubuh membutuhkan protein lebih banyak ntuk mempertahankan fungsi otot tanpa lemak. Dalam artikel tahun 2006 di American Journal of Clinical Nutrition, para periset berpendapat bahwa asupan protein harian yang disarankan saat ini, 0,36 gram per per 0,5 kilogram berat badan. Untuk memenuhi kebutuhan protein sembari membuang lemak berlebih, Anda bisa mengakalinya dengan beberapa hal. Cobalah untuk menambahkan seperti 3 ons daging tanpa lemak, dua sendok kacang-kacangan, serta 8 ons yogurt rendah lemak. Semua tambahan makanan tersebut mengandung protein tinggi yang bisa membakar kalori sehabis makan sebanyak 35 persen.


3. Coba bergerak lebih banyak

Bergerak dan beraktivitas fisik merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan saat Anda punya tujuan membakar lemak di tubuh dan mengecilkan lingkar pinggang.

Periset University of Missouri menemukan bahwa malas gerak selama 4 jam atau lebih, dapat menyebabkan penutupan dekat enzim yang mengendalikan metabolisme lemak dan kolesterol. Untuk menjaga agar enzim ini tetap aktif dan meningkatkan pembakaran lemak Anda, cobalah untuk bergerak, berjalan, dan menggerakan tubuh Anda secara maksimal sehari-hari.


4. Coba minum minuman berkafein

Kafein adalah stimulan, dan stimulan cenderung meningkatkan kalori dan lemak yang ingin Anda bakar. Instannya, kafein bisa membuat Anda berenergi, walau semenetara. Namun, ini juga bisa menjadi salah satu cara baik untuk membuat tubuh bergerak lebih banyak. Kafein juga bisa menyebabkan perubahan metabolik dalam tubuh sehingga bisa mengakibatkan lebih banyak kalori dan sisa lemak yang terbakar.

Akan tetapi, kafein belum tentu aman bagi semua orang. Dosisnya pun tidak boleh berlebihan. Karena itu, konsultasikan dulu dengan dokter atau trainer Anda sebelum minum kafein untuk membakar kalori.

Updated: Dec 21, 2018


Pengertian Obesitas

Obesitas adalah penumpukan lemak yang sangat tinggi di dalam tubuh Agen Bola sehingga membuat berat badan berada di luar batas ideal. Sejumlah komplikasi dapat timbul akibat obesitas, bahkan beberapa di antaranya membahayakan nyawa. Beberapa contoh komplikasi yang cukup serius tersebut di antaranya stroke, penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, kanker usus, dan kanker payudara. Selain mengarah kepada sejumlah masalah kesehatan fisik, obesitas juga bisa menyebabkan masalah psikologis, seperti stres, dan depresi. Masalah psikologis ini timbul karena biasanya berawal dari rasa tidak percaya diri penderita obesitas yang mengalami perubahan bentuk badan.


Untuk mengetahui apakah berat badan Anda termasuk berat badan yang sehat bisa dilakukan melalui metode penghitungan IMT (indeks massa tubuh). Rumus yang dipakai dalam penghitungan IMT adalah berat tubuh dalam kilogram dibagi dengan tinggi tubuh dalam satuan meter kuadrat (m²). Sebagai contoh jika berat badan seseorang adalah 66 kilogram dan tingginya adalah 1,65 meter, maka penghitungannya adalah 66/(1,65 X 1,65) = 24,2. Hasil ini termasuk ke dalam kategori berat badan sehat atau normal karena masih berkisar antara 18,5 sampai 24,9. Jika hasil akhir penghitungan IMT Anda kurang dari 18,5 maka Anda dianggap kekurangan berat badan. Sebaliknya, jika hasilnya lebih dari 24,9 maka Anda dianggap kelebihan berat badan. Seseorang dinyatakan mengalami obesitas jika memiliki hasil perhitungan IMT di antara 30-39,9. Selanjutnya, seseorang dianggap mengalami obesitas ekstrem jika hasil akhir BMI di atas 40.


Penyebab obesitas Obesitas dapat terjadi ketika kita sering mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Sebenarnya mengonsumsi makanan berkalori tinggi tidak selalu menjadi masalah asalkan sesuai dengan aktivitas yang dilakukan tiap harinya. Namun, jika kita lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk dan tidak diimbangi oleh aktif berolahraga, maka sisa energi dari hasil pembakaran kalori tersebut akan disimpan di tubuh dalam bentuk lemak. Lambat laun, penumpukan lemak tersebut akan bertambah dan membuat tubuh terlihat membesar alias gemuk.


Selain akibat makanan tinggi kalori dan kurangnya melakukan olahraga, obesitas juga bisa terjadi karena:


-Faktor keturunan (genetik)

-Efek samping obat-obatan (antidepresan, obat antiepilepsi, kortikosteroid, dan diabetes)

-Komplikasi dari penyakit tertentu (sindrom Cushing dan hipotiroidisme)

Obesitas di Indonesia

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada tahun 2008, sekitar 4,8 persen dari total penduduk Indonesia mengalami obesitas. Diperkirakan, kondisi ini dialami oleh 6,9 persen pria dan 2,6 persen wanita dari seluruh jumlah penduduk.


Pengobatan obesitas

Obesitas dapat ditangani sendiri dengan disiplin menerapkan pola makan sehat, seperti mengonsumsi makanan rendah lemak dan gula, serta berolahraga secara teratur. Olahraga yang dimaksud tidak perlu berat karena aktivitas berjalan pagi, bersepeda, bermain bulu tangkis, atau berenang sudah cukup, asalkan dilakukan secara rutin. Dianjurkan untuk melakukan olahraga 2,5-5 jam tiap minggu.


Penanganan dari dokter dapat diberikan jika obesitas tidak berhasil diatasi meskipun sudah disiplin dalam berolahraga dan menerapkan pola makan sehat. Contoh penanganan dari dokter adalah pemberian obat yang dapat menurunkan penyerapan lemak di dalam saluran pencernaan.


Pada beberapa kasus, obesitas akan ditangani dengan operasi. Operasi biasanya hanya dilakukan jika tingkatan obesitas dinilai sangat parah sehingga dikhawatirkan dapat mengancam nyawa penderita. Tindakan operasi juga dipertimbangkan jika usaha-usaha menurunkan berat badan yang sudah dilakukan selama beberapa waktu tetap tidak membuahkan hasil.

© 2023 by Name of Site. Proudly created with Wix.com

  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Google+ Social Icon
bottom of page